UKM Pengrajin Monel

Desa gemulung dalam upayanya menjadi desa yang maju dalam kemandirian, saat ini tidak lagi hanya mengandalkan sektor pertanian tebu sebagai mata pencaharian utama dan satu-satunya di desa yang terkenal sebagai salah satu desa produsen gula merah di kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara ini.
Monel, Bahan logam tahan karat namun sekeras besi, dewasa ini telah banyak digunakan oleh masyarakat desa Gemulung untuk dijadikan berbagai macam perhiasan dan aksesoris busana seperti cincin, anting-anting, gelang, kalung, dan bros dengan berbagai macam bentuk dan kreasi yang tidak kalah kualitasnya dengan perhiasan dan aksesoris yang terbuat dari perak dan kuningan.

Karakteristik monel yang keras, tahan karat, namun dengan biaya yang relatif lebih rendah dari perak, menjadikan bahan ini sebagai bahan baku yang dirasa sesuai untuk dijadikan sebagai alternatif bagi para pengrajin perhiasan di desa Gemulung ini, sehingga di masa mendatang sektor perekonomian di desa Gemulung ini tidak selamanya bergantung dari sektor pertanian tebu yang hanya panen sekali dalam setahun.

Bapak Abdi Kusno, salah satu pengrajin monel di desa Gemulung yang telah menggeluti kerajinan monel selama lebih dari 10 tahun ini menuturkan bahwa pemasaran kerajinan monel yang diproduksinya telah mampu dikirim tidak hanya di dalam daerah Jepara dan Jawa Tengah saja, namun kerajinan monel hasil produksinya bahkan mampu mencapai pasar di luar Pulau Jawa, seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Adapun untuk pasar di Pulau Jawa mayoritas dikirim ke kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta.
Tidak mengherankan memang bila pasar kerajinan monel ini mampu menembus pasar-pasar hingga hampir meliputi seluruh Indonesia, karena proses produksi kerajinan monel itu sendiri tidaklah mudah sehingga kualitas produk-produk yang dihasilkan pun tidak perlu diragukan lagi. Kecermatan dan ketelitian mutlak diperlukan bagi para pengrajin kerajinan monel dalam membentuk bahan logam monel hingga mampu menjadi berbagai jenis perhiasan dan aksesoris yang menarik dan cantik digunakan bagi orang yang memakai.

Bahan logam monel yang masih berbentuk lembaran-lembaran logam pertama-tama dibakar untuk mengeratkan molekul-molekul logam monel agar monel yang dihasilkan menjadi lebih kuat dan logam monel mudah dibentuk menjadi bentuk kerajinan yang diinginkan seperti cincin, giwang, kalung atau gelang. Setelah logam monel sudah dibentuk sesuai dengan model yang dikehendaki, selanjutnya model monel tersebut diamplas, dikikir, dan dihaluskan dengan proses smoothing sehingga didapatkan model kerajinan monel yang indah, halus, dan kuat.

Tahap terakhir untuk pembuatan kerajinan monel adalah pengkilapan.
Kerajinan monel dihargai berkisar Rp 50.000 – Rp 500.000 tiap kodinya untuk kerajinan cincin monel, dan Rp 100.000-Rp 200.000 untuk giwang monel.

Kisaran harga yang bervariasi ini ditentukan oleh bentuk model dan tingkat kesukaran yang dialami selama pembuatan kerajinan monel ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: