UKM Kerupuk Singkong

Perkebunan ketela pohon merupakan hasil pertanian terbesar ketiga setelah tebu dan padi. walaupun ketela pohon bukan hasil pertanian yang utama, namun penghasilan dari perkebunan ketela tidak kalah dengan tebu dan padi. sebab masyarakat desa gemulung sudah memiliki teknik pengolahan hasil pangan dari ketela mentah menjadi sebuah kerupuk yang memiliki harga jual lebih tinggi.

cara pembuatan kerupuk ketela sangat sederhana, pertama adalah membersihkan ketela dari sisa-sisa tanah yang masih menempel, kemudian digiling menjadi adonan seperti bubur. setelah menjadi adonan, ketela dimasak di tungku hingga kandungan airnya berkurang dan mengental. setelah mengental (seperti adonan roti) ketela ditambahkan bahan perekat dan bumbu-bumbu penyedap tradisional untuk menambah aroma dan rasa gurih pada kerupuk. adonan yang sudah ada didinginkan dan kemudian diroll sehingga pipih, adonan yang telah dirol tersebut kemudian dipotong-potong membentuk persegi panjang dan kemudian dijemur. terakhir adalah penggorengan bahan mentah kerupuk yaitu hasil penjemuran adonan yang telah dikeringkan tersebut.

harga ketela yang tadinya Rp 3000,- per kilogramnya dapat menghasilkan kerupuk seberat 6-7 ons. itu berarti dengan mengalami proses pengolahan ketela menjadi keripik dapat meningkatkan nilai jual hampir 80% dari harga dasar ketela perkilogramnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: